Fakultas Biologi Universitas Nasional (Fabiona) merupakan satu dari lima fakultas saat berdirinya Universitas Nasional pada 15 Oktober 1949, dan merupakan Fakultas Biologi tertua di Asia.  Para pendiri UNAS yang dimotori oleh Prof. Sutan Takdir Alisjahbana menganggap penting mendirikan Fakulats Biologi terutama karena menyadari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat tinggi.

Pada tahun 1970an, Fabiona lebih berkembang ke arah biologi lapangan sejalan dengan terbinanya kerjasama dengan Dr. Birute Galdikas – peneliti Kanada di Suaka Margasatwa Tanjung Putting, dan sekarang menjadi Taman Nasional Tanjung Puting – Kalimantan Tengah.  (Dr Birute Galdikas, pada tahun 70an  merupakan salah satu peneliti kera besar yang disponsori oleh LSB Leakey Foundation, bersama Jane Goodal –yang meneliti Simpanse, dan Dian Fossey—yang meneliti Gorilla di Afrika),.  Kegiatan lapangan berupa penelitian intensif (long term research) ini kemudian mendorong banyak mahasiswa terjun ke lapangan terutama untuk menyelesaikan tugas akhir kesarjanaan di Fabiona.  Sejalan dengan itu UNAS mengangkat Dr. Birute Galdikas sebagai  Guru Besar Luar Biasa Fakultas Biologi UNAS yang memberikan bimbingan kepada banyak mahasiswa dalam penelitian primata – terutama orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting.  Selanjutnya kerjasama dengan Prof. Dr. JARAM van Hooff (Utrecht Univ. – Belanda) menambah terbukanya kesempatan bagi mahasiswa Fabiona untuk mendapatkan beasiswa riset serta riset bersama di Ketambe – Aceh Tenggara (sekarang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser) hingga melahirkan doktor-doktor Indonesia ahli primata dan konservasi.  Beberapa alumni yang tertempa di lapangan tersebut, kini telah menduduki posisi-posisi penting lembaga-lembaga nasional maupun internasional yang bergerak di bidang penelitian maupun konservasi.  Pada tahun 1980an, saat berkembangnya konservasi alam, Fabiona secara otomatis langsung terlibat di dalamnya.

Pada tahun 1985 Fabiona memperoleh status “disamakan” (SK Mendikbud No. 0392/O/1985 tanggal 9 September 1985); dan tahun 1998 terakreditasi peringkat “B” untuk Program Studi Biologi Umum (SK BAN-PT Depdikbud RI No. 001/BAN=PT/Ak-I/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998).

Sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman, sejak 2004 Fabiona mengembangkan 4 (empat) konsentrasi studi, yaitu Biologi Konservasi dan Lingkungan, Biologi Industri, Biologi Perairan dan Kelautan, serta Biomedik.  Pada tahun 2006, berdasarkan keputusan BAN-PT No.018/BAN-PT/Ak-X/S1/XI/2006 Fakultas Biologi (Program Studi Biologi) memperoleh status Terakreditasi dengan peringkat “A”.  Selanjutnya, pada tahun 2012 berdasarkan keputusan BAN-PT No. 012/BAN-PT/Ak-XV/S1/V/2012, Prodi Biologi Fakultas Biologi Universitas Nasional kembali mendapat Akreditasi Peringkat “A”.

Keterlibatan dan reputasi Fabiona dalam konservasi mengundang berbagai institusi untuk bekerjasama; baik nasional maupun internasional.  Kerjasama Fabiona, tidak hanya dalam bidang konservasi alam saja, tetapi juga dalam bidang-bidang lainnya termasuk pemanfaatan laboratorium-laboratorium yang dimiliki Fabiona.

Kerjasama internasional Fabiona sampai kini masih terus berlanjut; bahkan terus berkembang dengan berbagai institusi lainnya, seperti dengan Utrecht Univ. – Belanda Uniprep Australia, University of California Santa Cruz, University of Malaya, Universitas Kebangsaan Malaysia, Malaya Universiti, Departmen of Anthropology and Geography, Oxford Brookes University – UK, DICE – Kent University – UK, Duke University – Durham – USA, Zurich University – Switzerland, dan Rutgers New Jersey State University – USA.  Demikian juga dengan berbagai NGO’s / LSM, seperti NAGAO Foundation – Japan, Zoological Society of London – UK, Great Apes Trust of Iowa (GATI) – USA, BirdLife-IP, WWF-IP, Fauna&Flora International-IP, Orangutan Foundation (OF-UK), Alliance of Religion and Conservation (ARC), Yayasan Orangutan Indonesia (YAYORIN), Forum Orangutan Indonesia (FORINA), Forum HarimauKita, Yayasan Titian, dan BOS Foundation, serta dengan berbagai instansi dalam negeri.  Kerjasama-kerjasama ini, walaupun lebih bermuatan riset, tetapi beberapa juga memberikan beasiswa untuk studi lanjut ke Pascasarjana. Bahkan Zurich Univ. sejak tahun 2006, dan Rutgers Univ sejak tahun 2012, memberikan beasiswa secara rutin setiap tahun bagi alumni Fabiona untuk studi lanjut ke Pascasarjana; baik S2 maupun S3 di dalam maupun di luar negeri.