JAKARTA ( UNAS) – Dalam rangka memperingati World Wildlife Day ( Hari Kehidupan Alam Liar  Sedunia) yang jatuh  setiap tanggal 3 maret,  Sekolah Pascasarjana Prodi Magister Biologi Universitas Nasional melakukan pengamatan terhadap kehidupan burung yang berada di lingkungan Unas. Kegiatan yang diadakan pada Minggu ( 5/3) ini berlangsung dari pukul 07.00 s/d 12.00. Hadir sebagai penanggung jawab pada kegiatan kali ini Kepala Program Studi Magister Biologi Universitas Nasional, Dr. Tatang Mitra Setia M.Si dan beberapa komunitas pegiat lingkungan lainnya, seperti Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi Universitas Nasional, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, BScC Indonesia, Simpul Indonesia, dan Transformasi Hijau. Selain itu, kegiatan ini juga diliput oleh Jawa Pos TV.

Alasan terpilihnya Burung sebagai objek pengamatan ujar Tatang, dikarenakan Burung memiliki peranan yang sangat penting di perkotaan, antara lain dapat membantu mengendalikan populasi serangga hama serta membantu penyerbukan bunga dan pemencaran biji. Selain itu burung juga dapat berperan  sebagai bioindikator lingkungan. Karena apabila terjadi degradasi lingkungan, burung menjadi komponen alam terdekat yang terkena dampak secara langsung. Namun, karena adanya tekanan dari aktivitas manusia seperti perburuan, tekanan terhadap habitat burung, seperti pembangunan gedung-gedung pencakar langit dan juga pembuangan sampah yang berlebihan memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap ekosistem serta mengakibatkan terputusnya koridor-koridor penghubung antar RTH, sehingga membuat RTH menjadi terisolasi, Ujar Tatang.

Sementara itu ditemui seusai acara, Koordinator Peneliti Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Biologi Universitas Nasional, Ahmad Baihaqi mengatakan bahwa tujuan dari peringatan Hari Kehidupan Alam  Liar Sedunia ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia akan nilai penting satwa, flora, dan kehidupan liar dunia, terutama yang terancam punah dan dilindungi. Untuk itu Ahmad Baihaqi, atau yang kerap disapa Abay ini menekankan betapa pentingnya menjaga ekosistem dan habibat dari satwa – satwa yang hidup disekitar kita. Maka dari itu lanjut Abay kampus memiliki peran yang sangat vital baik sebagai sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar kampus juga berperan sebagai Ruang Terbuka Hijau ( RTH).

“ Dengan masih banyaknya  pepohonan – pepohonan yang tumbuh subur disekitar kampus serta udara yang masih sejuk  menjadikan Unas sebagai  tempat yang nyaman bagi manusia maupun satwa liar yang berada di sekitarnya maka tidak heran jika sampai saat ini habitat burung yang ada di Unas begitu banyak dan beragam,” Ujar Abay.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *